Kamis, 24 Juli 2008

Evolusi Belum Selesai

PALEMBANG, PEDAS - Agus Salim Tampil sebagai kandidat Ketua Umum PB HMI 2008-2010. Sosok kharismatik dari Palembang ini mengusung platform Evolusi Belum Selesai. “Melalui platform ini saya akan memperjuangkan manusia Indonesia menuju kesempurnaan kemanusiaannya. Yaitu manusia yang berbudaya, punya prinsip, dan menjunjung tinggi akal sehat,” ujar calon independen ini.

Kongres ke 26 HMI di Palembang di perkirakan banyak pengamat tidak akan berjalan seru. Bahkan pengamat politik dari Lingkaran Indonesia Madani, Alex Sudarmadji, mengatakan bahwa sejak satu dasawarsa terakhir kongres-kongres HMI tidak banyak menghasilkan kado yang berarti bagi perubahan bangsa ini, kecuali rutinitas pergan-tian kepengurusan dan hal-hal teknis lainnya. Hal ini menurut Alex disebabkan oleh menurunnya kualitas kebu-dayaan di ling-kungan HMI, khususnya bagi mereka yang terlibat dikepeng-urusan.
“Sebagai anak muda, saya melihat kader HMI tak lagi inspiratif. Mereka telah kehilangan perangkat-perangkat jiwa muda, seperti hidup yang bebas, mandiri, dan selalu haus oleh hal-hal baru,” ujar Alex.

Alex melanjutkan bahkan kader HMI saat ini lebih banyak terpukau oleh hal-hal yang ecek-ecek, seperti politik rebutan posisi atau obsesi picisan untuk dekat dengan ke-kuasaan. Sehingga wajar jika gerakan perubahan yang pernah dilaku-kan pendahulu HMI seperti Nurcholish Madjid, nyaris tak terulang lagi di masa ini.

Karena itu tampilnya Agus Salim sebagai kandidat ketua umum HMI, diperkirakan akan membuat seru kongres kali ini yang sebelum-nya diperkira-kan tidak akan berjalan seru. Agus Salim yang sebe-lumnya tidak diperhi-tungkan, bahkan oleh orang-orang terdekatnya sekalipun, kini justru tampil sebagai satu-satunya kan-didat terkuat.
“Jangankan anda, saya pun kaget dengan diri saya sendiri,” ujar Agus rendah hati saat diwawan-carai Pedas.

Namun Agus menimpali bahwa dia hanya mem-butuhkan sepersekian detik saja untuk sadar dari kekage-tan itu, lalu menyadari jika dirinya memiliki potensi yang besar sebagai ketua umum PB HMI.
“Saya ingin mengem-balikan watak asli HMI, yaitu sebagai media pembelajar dan silaturahmi. HMI selama ini dibajak oleh orang-orang yang menjadi sampah feodalisme yang haus kekua-saan,” ujar Agus yang lama melang-melinting di PB HMI sebagai pengurus freelance ini.

Agus meyakini jika dirinya akan memenangkan kompetisi ini hanya dalam satu putaran pemilihan. Ia mengakui sudah menandatangani kontrak politik dengan lebih dari separuh pemilih, meskipun ia enggan menyebut isi kontrak tersebut.

“Yang pasti, jika saya menjadi ketua PB HMI, saya disumpah untuk tidak menja-di pengemis dan babu para politisi atau pemilik uang,” tandas Agus.

Untuk memenangkan pencalonannya itu, Agus telah menjual kebon warisan keluarga untuk kebutuhan kampanye.
“Tapi saya anti politik uang,” terang pemuda asal Ogan Komering Ulu ini.

(MISBAH/ANOM)

Tidak ada komentar: